Oleh: Ahmad Soim | 21 Desember 2009

Berkebun Mangga Alor

Rasa buahnya manis dengan aroma wangi khas mangga Alor. Satu pohon mangga Alor bisa menghasilkan 50-200 buah. Harganya pun tergolong mahal.

Hamit Eta (71) pemilik 12 pohan mangga Alor mengatakan tidak sulit menjual mangga Alor. “Kalau sedang musim mangga Alor, banyak orang datang yang beli ke sini, ada polisi dan tentara, orang-orang sudah tahu, mereka mencara mangga Pak Hamid,” katanya kepada Sinar Tani saat berkunjung ke kebun mangganya di Desa Dulolong, Kecamatan Alor Barat Laut .
Gamaliel Atapeni (45) petani di Desa Petleng, Kecamatan Alor Tengah Utara juga mengatakan sangat mudah menjual mangga Alor. “Kalau buahnya lagi banyak, mangga alor banyak kita temukan di Pasar Kadelang Alor,” tambah Gamal yang juga Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Alor. Menurutnya, biasanya petani membawa satu karung mangga Alor ke pasar. “Satu karungnya sekitar 50-60 buah. Sampai pasar sudah ada yang membeli,”tuturnya.
Burhanudin Laan (55) petani mangga Alor di Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola yang memiliki 20 pohon mangga mengatakan biasanya para pembeli yang datang ke kebun untuk membeli mangga. “Pembelinya antara lain para pilot pesawat terbang, kalau tengah musim panen, ada pilot yang membeli mangga 30-40 buah/ minggu. Terkadang kita bawakan ke bandara Mali (nama bandara di Alor –red),” tambah Burganudin yang juga lurah di desa itu.
Dikatakannya di desanya saat ini sekitar 200 pohon lebih yang sudah berbuah, dan yang belum berbuah sekitar 100 pohon. “Saya memilih tanam mangga jenis ini karena harganya mahal. Di pasar Kalabahi harganya Rp 10 ribu/ 3 buah. Petani umumnya sekali ke pasar membawa 5-6 puluh buah. Biasanya langsung dijemput oleh pembeli,” tuturnya kepada Sinar Tani. Pembeli/tengkulak itu kemudian menjualnya ke konsumen dengan harga Rp 5000/ buah yang berukuran besar dan Rp 2.500 untuk buah yang berukuran kecil.
Besar mangga Alor bisa menyamai buah kelapa. Hamid Eta yang pernah memenangkan kontes buah mangga Alor mengatakan buah mangganya ukurannya banyak yang di atas 1 kg/ buah. “Ada yang beratnya sampai 1,2 Kg,” jelasnya kepada Sinar Tani.
Hamid mengatakan mangga Alor paling enak dimakan dalam kondisi modok atau mangkal. “Mangga Alor modok enak dimakan langsungr atau dibuat rujak,” tuturnya.

Kebun Produksi
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Alor Ir Johannis Francis mengatakan Pemda kini tengah mempersiapkan upaya untuk membuat kebun mangga alor. Pertama yang dilakukan adalah menyiapkan tanaman induk untuk perbanyakan bibitnya. Salah satu pohon induknya adalah mangga milik Hamid Eta yang memenangkan kontes mangga Alor tahun 2007. Pohon induk itu sudah berumur 18 tahun.
Kini sudah ada petani yang mencoba untuk menyiapkan batang bawah untuk penyediaan bibitnya. “Kita akan membangun kebun buah mangga Alor paling tidak untuk dua ha,” tambah Johannis Francis.
Mantan Bupati Alor Ans Takalapeta yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Timur juga mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan untuk membuat kebun percontohan mangga Alor. “Kebun contoh itu sekaligus untuk daya tarik wisara di Alor. Sekarang kita mulai dengan membuat pembibitannya,” tambah Ans Takalapeta kepada SInar Tani di Kupang.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor Hopni Bukang juga mengatakan mangga Alor bisa menjadi pendukung pengembangan pariwisata alor. “Misalnya wisatawan yang berkenjung melihatkan keindahan karang laut Alor kita ajak untuk melihat dan wisata mangga khas Alor,” tuturnya.
Bupati Alor Drs Simeon TH Pally mengundang investor yang mau mengembangkan mangga Alor. “Kita tengah mencari investor, potensi lahan ada, silahkan yang berminat untuk datang langsung melihat potensi lahan di Alor,” tuturnya kepada Sinar Tani,
Para penyuluh pertanian di Alor pun mencoba memasukkan teknologi tepat guna kepada petani mangga Alor, di antaranya adalah memberikan pelatihan mencangkok dan menyambung mangga Alor. “Dulu mangga kAlor ini tingginya bisa mencapai 20 meter, dengan perbaikan bibit dan ada pemangkasan maka buahnya menjadi lebih pendek dan perdu,” kata Yohanes Donboscowolo salah seorang penyuluh di Kabupaten Alor. Ahmad Soim

Mangga Alor

mangga alor


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: