Oleh: Ahmad Soim | 19 April 2010

Mendorong Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian

Petani dan penyuluhan

Petani dan Penyuluhan

Badan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian tengah dan telah mendorong lahirnya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang pertanian. Bertempat di Hotel Permata Bogor, awal April, badan ini mengadakan pertemuan untuk itu. Tujuannya kata pejabat sementara Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Badan Pengembangan SDM Pertanian Mei Rochjat Darmawiredja adalah untuk mengetahui perkembangan sertifikasi profesi bidang pertanian.
Saat ini menurut Mei telah disusun beberapa Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang pertanian, antara lain: Penyuluh Pertanian, Anggrek, Aglonema, Krisan dan Jeruk. Bersamaan dengan itu juga tengah diproses lahirnya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Hortikultura, Penyuluhan Pertanian, Tanaman Pangan, Peternakan, Mekanisasi Pertanian, Perbenihan dan Tenaga Laboratorium Penguji.
Yang sudah paling siap dari beberapa LSP bidang pertanian itu adalah LSP Penyuluh Pertanian (LSP PP). Satu faktornya karena SKKNI Penyuluh Pertanian sudah selesai dibuat dan sudah ditandatangani Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui penerbitan SK No.29/Men/III/2010. Sedangkan SKKNI bidang pertanian lainnya masih dalam proses.
Badan Pengembangan SDM Pertanian pun mendorong agar LSP Penyuluh Pertanian bisa segera melengkapi syarat-syarat ke Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP) sehingga bisa melakukan sertifikasi profesi bagi para penyuluh pertanian. Harapannya tahun ini LSP PP sudah bisa menyelenggarakan sertifikasi profesi Penyuluhan Pertanian (PP).
LSP PP dibentuk oleh Perhimpunan Penyuluhan Pertanian Indonesia (Perhiptani) dan beberapa asosiasi terkait tersebut berkantor di Gd D Lantai I Kementerian Pertanian Jl Harsono RM No 3 Jakarta Selatan. Direktur LSP PP Ir. H. Dadang Suherman Sag MM mengatakan LSP PP telah memiliki kantor, struktur LSP, AD/ART dan Akta Notaris.
“Kami sekarang sudah dan tengah memproses syarat-syarat lainnya seperti pedoman mutu sertifikasi profesi PP, penetapan untuk standarsisasi profesi PP dan lain-lain,” ungkapnya kepada Sinar Tani.
Program kerja LSP PP menurut Dadang Suherman bila sudah dapat sertifikasi dari BNSP sebagai LSP PP akan melakukan sertifikasi PP baik yang pegawai negeri, swadaya maupun penyuluh swasta. Saat ini tuturnya dari 50 perusahaan swasta telah tergabung sekitar 600 penyuluh swasta yang membentuk asosiasi penyuluh pertanian swasta.
Mei menambahkan dorongan Badan Pengembangan SDM Pertanian untuk lahirnya LSP-LSP Bidang Pertanian ini adalah untuk mewujudkan SDM Pertanian yang profesional dan bersertifikat. Dikatakannya Indonesia termasuk negara yang belum siap menghadapi persaingan global di bidang jasa tenaga kerja. Penyebab utamanya adalah belum siapnya sistem pengembangan kompetensi dan sertifikasi profesi Indonesia di bidang pertanian. Untuk itulah Badan Pengembangan SDM Pertanian melakukan langkah-langkah strategis pengembangan sistem sertifikasi profesi SDM Pertanian ini. ***
Ahmad Soim, Redaktur Pelaksana Tabloid Sinar Tani dan Staf LSP PP


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: