Oleh: Ahmad Soim | 22 Mei 2010

Biodisel Jarak Terpadu di Mukomuko

Berkebun jarak pagar untuk diambil biodisel ternyata bisa menguntungkan, bila ampas biodiselnya diolah menjadi pakan ternak atau pakan ikan. Dengan teknik pengelolaan kebun jarak terpadu ini, maka biaya produksi biodiselnya hanya kurang dari Rp 1500/liter. Keuntungan petani akan bertambah bila minyak jarak (biodiselnya) diolah menjadi sabun atau produk olahan lainnya.  

Menteri Pertanian Suswono saat panen jarak pagar di Kabupaten Mukomuko, Propinsi Bengkulu mengatakan berkebun jarak pagar secara terpadu ini bisa dijadikan contoh daerah lain. “Bahwa sistem budidaya jarak pagar terpadu ini bisa untuk menyejahterakan rakyat di pedesaan,” katanya kepada Sinar Tani usai panen buah jarak untuk industri biodiesel terpadu di Padang Penaek Desa Pasar Sebelah, Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Propinsi Bengkulu.

“Prospek budidaya jarak pagar ini sangat menjanjikan,” tambah Bupati Mukomuko Ichwan Yunus kepada Sinar Tani. Meski dia mengakui Pemda harus mengeluarkan investasi yang cukup besar untuk mengembangkan teknik budidaya ini yakni mencapai  2,4 miliar, namun ia yakin usahanya akan berhasil. “Ini adalah investasi jangka panjang,” urainya.

Pengembangan kebun jarak terpadu yang mendapatkan dana bantuan sosial dari Ditjen Pengelolaan Lahan dan Air Kementerian Pertaian ini melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan anggota 125 orang. Di lokasi ini ada peternakan sapi, pengolahan biji jarak menjadi minyak biodiesel, industri sabun sederhana, pembuatan pakan ternak dari ampas biodisel dan kolam ikan.

“Kedepan bila program ini sudah berjalan, akan dibangun juga prosesing press dan industri hilir turunan biodiesel,” tambah Ichwan Yunus.

Luas total pulau Padang Penaek 400 ha. Rencananya 250 ha di antaranya akan dikembangkan untuk kebun jarak pagar terpadu. Yang sudah berbuah 40 ha.

Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air Hilman Manan mengatakan lahan di pulau ini tadinya adalah lahan terlantar. “Dengan program optimasi lahan yang dilakukan Ditjen PLA melalui pengembangan kebun jarak terpadu, lahan ini menjadi lahan yang produktif,” tuturnya kepada Sinar Tani.

Ampas Biodisel

Konsultan pengembangan kebun jarak pagar terpadu ini Halim Fathoni mengatakan limbah biodisel jarak adalah beracun. Namun dengan diberikan perlakukan racunnya bisa dihilangkan atau dipisahkan untuk dijadikan pestisida.

Dia mengatakan bila ampas minyak jarak bisa dijadikan pakan ternak atau ikan maka biaya biodisel/ per liternya bisa di bawah Rp 1.500.

Dijelaskannya, untuk mendapatkan satu liter minyak biodisel diperlukan sekitar 5 kg biji jarak kering. Bila harga biji jarak kering Rp 3000/kg, maka diperlukan biaya bahan baku sebesar Rp 15 ribu/ 1kg minyak jarak.

Selanjutnya dari 5 kg biji jarak kering yang sudah diproses menjadi minyak jarak dihasilkan limbah/ampas 3 kg. Limbah beracun ini bisa diproses menjadi pakan ternak, dengan cara dipanaskan 2 jam pada suhu 180 derajat Celcius, ditambah katalis, jagung, gaplek dan lain-lain, maka akan menjadi pakan ternak seberat 3,5 kg. Bila pakan ternak/ikan itu dijual separo dari harga pasaran, maka akan diperoleh pendapatan dari limbah sebesar Rp 4 ribu x 3,5 kg = Rp 14.000. Sehingga biaya bahan baku untuk membuat 1 kg minyak jarak = Rp 15000 – Rp 14000 = Rp 1000/kg minyak jarak. “Bila ini berhasil, maka budidaya jarak merupakan usaha yang menguntungkan,” tambah Mentan.

Bupati Mukomuko Ichwan Yunus menambahkan Pemda akan menjadikan kabupaten ini menjadi  Mukomuko Hijau. Total lahan di Mukomuko yang bisa dihijaukan mencapai 10 ribu ha. Program Mukomuko hijau adalah akan menanam pohon-pohon yang bisa menghasilkan biodiesel, seperti kemiri sunan, nyamplung, kepayang dan lain-lain. Dari sekian jen is itu, kemiri sunan yang paling tinggi kandungan minyaknya sampai 40 persen.

“Selain itu, Mukomuko ingin bisa menjadi pusat kompos, pusat tanaman organik dan pusat biodiesel,” tambah Bupati. Pemda akan buat studi untuk undang investor. Ingin supaya investor dalam negeri yang mengembangkan  dan melibatkan rakyat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: