Oleh: Ahmad Soim | 22 Mei 2010

Sinergi PT Pertani dan Perum Bulog Memperbaiki Kualitas Beras Raskin

Kualitas beras untuk rakyat miskin (Beras Raskin) yang baik menjadi perhatian utama Perum Bulog. Kontrak-kontrak kerjasama untuk memasok beras raskin berkualitas pun dibuka lebar-lebar oleh Perum Bulog. PT Pertani menyanggupi bisa memasok beras raskin berkualitas 100 ribu ton hingga akhir Desember 2010.

“Alhamdulillah, saya sudah lihat beras yang dimasukkan PT Pertani ke Perum Bulog, sesuai dengan standar Inpres, mudah-mudahan semuanya seperti itu. Kalau PT Pertani membuat mutu yang lain kita putus hubungan. Kami bersyukur PT Pertani bisa masukkan beras raskin yang lebih baik,” kata Kepala Perum Bulog Sutarto Alimoeso pada acara Sinergi BUMN Pengiriman Perdana beras PT Pertani ke Bulog di Unit Penggilingan Padi milik PT Pertani di Hurgeulis, Indramayu, Jawa Barat.
Pada saat tanda-tangan kontrak, Bulog lanjut Sutarto menantang Pertani untuk bisa memasok beras raskin berkualitas ke Bulog lebih besar dari 100 ribu ton. “Kenapa tidak 200 ribu,” tambah Sutarto yang dalam acara ini juga menandatangani kontrak dengan Inkud untuk memasok beras raskin berkualitas ke perum Bulog dengan target 30 ribu ton.
Menanggapi keinginan Bulog agar Pertani bisa memasok beras ke Bulog lebih dari 100 ribu ton/tahun, Dirut PT Pertani Dwi Antono mengatakan sudah merencanakan bisa memasok beras ke Bulog dengan jumlah yang terus meningkat. Dia mengatakan kapasitas penggilingan padi yang dimilikinya bisa mencapai lebih dari 200 ribu ton/tahun. “Karena itu kami akan lakukan secara bertahap agar kualitas beras yang kita pasok ke Perum Bulog tetap baik dan volumenya terus meningkat,” tuturnya kepada Sinar Tani di Haurgeulis.
Saat ini lanjut Kepala SBU Perberasan PT Pertani Ir. Elyunito Perdana Dien, PT Pertani juga telah mendistribusikan beras untuk pasar swalayan dan industri seperti MacDonald dan Mayora. “Total beras untuk pasar ini sekitar 200 ton/bulan,” tambah Elyunito kepada Sinar Tani.
Khusus untuk memasok beras ke MacDonald, PT Pertani melakukan blanding varietas kerjasama dengan pemesan sehingga rasa dan kualitas nasinya sesuai dengan yang diminta oleh MacDonald. Untuk proses produksi ini PT Pertani sudah mendapatkan sertifikat Keamanan Pangan (HACCP) dari auitor eksternal.

Melawan Tantangan
Sutarto mengatakan Perum Bulog pada tahun ini mendapat tantangan yang beras untuk bisa mencapai target pengadaan karena ada keterlambatan tanam, sehingga realisasi pengadaannya Bulog tidak sama dengan tahun 2009. “Itu tantangannya, apakah mau impor, saya katakan selama masih bisa kita kejar tak ada impor,” tambahnya.
Menurutnya pada saat ini posisi pengadaan dalam negeri masih tren meningkat. “Alhamdulillah posisi sekarang bisa memasukkan 30 ribu ton/hari sejak pertengahan Apri. Target pengadaan kita 1,4 juta ton, sampai hari ini yang kontrak 800 ribu ton, yang sudah masukkan 740 ribu ton,” jelas Sutarto. Dia yakin sampai akhir tahun stok beras bisa mencapai 3,2 juta ton.

Dia berharap Pertani beli harga gabah petani minimal sama dengan harga pembelian pemerintah, maka itu akan memberikan semangat petani. Dan Kepala Bulog menghimbau agar semua mitra Bulog berpikir kesana. “Karena kita harus swasembada berkelanjutan. Berapapun akan kita tampung,” tambahnya.

Kunci Berkualitas
Yang diperhatikan oleh Bulog selanjutnya adalah semakin besar stok, semakin lama disimpan maka bisa semakin menurun kualitas berasnya. Untuk mencegahnya lanjut Sutarto maka Bulog memulainya dengan hanya menerima pasokan beras yang berkualitas baik. “Kalau beras yang masuk sudah baik maka lebih 50 persen beras itu akan baik,” jelasnya.
.kedua, fasilitas gudangnya apakah memenuhi syarat? Insya allah bila itu dipenuhi maka mungkin ambil lebih dari 10 persen beras akan baik. Setelah itu perawatan, itu bisa 30 persen. “Kalau semua dilakukan dengan baik maka raskin akan berkualitas,” tegasnya.
Jadi lanjutnya Bulog tidak memperketat pemasukan beras, tetapi melaksanakan aturan yang seharusnya. Alasannya Bulog melayani rakyat yang kurang mampu. “Kalau kita berikan yang tidak berkualitas kita mendholimi mereka, doa mereka manjur, apa mau didoain misalnya mudah-mudahan Bulog dan mitranya bangkrut semua. kan tidak,” tuturnya. Karena doa yang didholimi manjur itu yang diingat. Penerima raskin itu ada 17,5 juta KK atau sekitar 80 juta orang. kalau kita ingat kesana saya kira tidak ada yang ingin nakal.
Selain itu Bulog meminta agar impor beras pecah dihentikan. Sebab menurut data saat ini ada beras pecah sekitar 30 persen, padahal satandar Bulog beras pecahnya hanya 10 persen. Berarti ada 4 juta ton beras pecah. “Maka kita hentikan impor beras broken, agar tidak dimasukkan ke Bulog,” papar Sutarto.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: