Oleh: Ahmad Soim | 13 Juni 2010

Mentan Suswono: Gapoktan Jangan Seperti KUD

Mentan: Gapoktan Jangan Seperti KUD

Menteri Pertanian Suswono mengingatkan agar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang saat ini tumbuh bak jamur karena program pemerintah tidak mengulangi kesalahan Koperasi Unit Desa (KUD).

“Dulu ada KUD yang ketuanya untung duluan. Tolong Gapoktan jangan mengulangi lagi seperti KUD,” kata Mentan Suswono saat panen padi di Kota Pariaman dan dialog dengan para petani.

Melalui program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), Kementerian Pertanian menyalurkan dana modal masing-masing sebesar Rp 100 juta bagi 11 ribu Gapoktan pada tahun 2009. Pada tahun ini (2010), Kementerian Pertanian kembali menyalurkan modal bagi pemberdayaan Gapoktan masing-masing sebesar Rp 100 juta untuk 10 ribu Gapoktan.

Mentan meminta agar modal yang disalurkan pemerintah melalui Gapoktan itu digunakan untuk membantu permodalan petani di pedesaan agar mereka tidak  terjerat rentenir. “Dengan dana itu,para petani juga bisa beli pupuk secara kontan, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), sekarang harga per karung urea Rp 80 ribu, tadinya Rp 60 ribu,” tambah Suswono.

Jika para petani tetap masih kekurangan dana setelah mendapatkan dana PUAP, Mentan mengatakan para petani bisa memanfaatkan Kredit Ketahanan Pangan dan energi (KKPE) dengan bunga 6 persen, tapi pakai agunan. “Ada yang tidak pakai agunan yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) bila petani pinjam sampai Rp 5 juta tapi bunganya 22 persen. Kalau pinjam di atas 5 juta  agunannya 30 persen dan bunganya 14 persen,” tambah Suswono.

Selain itu, untuk pengembangan bibit sapi pemerintah telah mengadakan Kredit Usaha Perbibitan Sapi (KUPS) dengan bunga 5 persen dengan memakai agunan penuh. “ Untuk itu petani perlu bermitra dengan perusahaan inti,” tutur Suswono.

Menurutnya peluang di usaha budidaya sapi sangat besar.  “Kita masih impor daging 70 ribu ton, impor sapi hidup 400 ribu ekor. Kenapa para petani tidak memproduksi sapi sendiri,  jerami kan banyak, jangan dibakar, bisa untuk pakan sapi. Kotoran sapi bisa buat biogas, 4 sapi bisa untuk masak satu keluarga. setelah untuk masak, limbah kotoran sapinya bisa untuk pupuk. Jadi tidak ada yang tersisa,” urai Suswono.

Aziz Khan, salah satu petani penerima dana PUAP di Pariaman mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. “Manfaat dana PUAP ini bisa mengurangi tengkulak,” katanya.

Anggota DPR RI Prof. Irwan Prayitno yang ikut kunjungan kerja bersama Mentan ini mendukung program PUAP yang digulirkan pemerintah. Apalagi menurutnya sejumlah skim kredit seperti KKPE, KUR yang telah digulirkan pemerintah hasilnya di lapangan masih belum memuaskan. “Realisasi kredit masih jauh dari harapan. Masalah ini perlu dievaluasi dan ditinjau lagi kendala yang terjadi di lapangan,” kata Irwan Prayitno.

Bukan hanya soal kebijakan perkreditan yang perlu dievaluasi, Rektor Universitas Bung Hatta  Prof Hafrijal Syandri mengatakan program-program pembangunan pertanian dan perikanan juga perlu dievaluasi agar benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan petani dan nelayan di lapangan. Som


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: