Oleh: Ahmad Soim | 13 Juni 2010

MEREKA BICARA MEMBERDAYAKAN PETANI FEATI

Muhammad Yusuf, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) FEATI Jawa Tengah

Kita di propinsi selalu memonitor dan membantu pelaksanaan FEATI di daerah-daerah. Program pembelajaran agribisnis di tingkat FMA desa sudah berjalan. Sebagian bahkan sudah melakukan kemitraan dengan perusahaan mitra. Misalnya usahatani FMA lombok gajih (cabe) di Mangunsari, Ngadirejo, Temanggung sudah bermitra dengan Indofood.

Hardiyat Heru Santoso, Kepala Badan Penyuluhan Temanggung, Jawa Tengah

Dari kegiatan FEATI di Temanggung, ada kelompok FMA yang berusaha di budidaya kelinci, mereka mendapatkan permintaan pasar 500 ekor kelinci per bulan, umur berapapun. Namun kelompok ini belum bisa memenuhi permintaan pasar karena permodalannya masih terbatas. Kita upayakan agar mereka bisa memenuhi permintaan pasar kelinci itu.

Isnen Ambar Santoso, PPK FEATI kabupaten Batang, Jawa Tengah

Ada kelompok tani FMA bentukan proyek FEATI di Batang yang memilih berusahatani beras hitam dengan menerapkan teknologi yang dianjurkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ((BPTP) Jawa Tengah. Sekarang sudah ada sekitar 75 petani yang ikut budidaya beras hitam ini tergabung dalam 3 kelompok tani. Mereka saat ini tengah berupaya bisa mencatat setiap kegiatan budidaya yang mereka lakukan atau menerapkan Good Agriculture Practices (GAP).

Hartono, Sekretaris Badan Pelaksana Penyuluhan Brebes, Jawa Tengah

Di kelompok tani FMA yang di kabupaten Brebes ada yang berusaha di komoditi tomat rasa kurma. Sekarang sedang berupaya untuk mendapatkan ijin usaha dari dinas perindustrian.

Revoli Azian, Plt Badan Pelaksana Penyuluhan kabupaten Solok, Sumatera Barat

Pada tahun 2009 di Kabupaten Solok dibangun 5 BPP dari proyek FEATI, BPP yang terbangun itu sudah berfungsi. Pada tahun 2010, Solok mendapatkan dana dari FEATI untuk membangun 4 BPP baru dan merehabilitasi 2 BPP. Memang ada BPP yang dibangun di daerah terpencil, namun itu masih dalam rencana Pemda bahwa di lokasi itu infrastruktur termasuk jalannya akan dibangun Pemda.

Helijanti Poentari, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Malang, Jawa Timur

Pemda Malang seharusnya menyediakan dana pendamping untuk FEATI hanya Rp 200 juta, tapi Pemda memberikan dana pendampingan untuk FEATI Rp 400 juta.  Dengan dana pendampingan itu, kita upayakan memberikan motivasi bagi penyuluh pendamping dan memberikan pelatihan teknologi yang diperlukan mereka untuk menyuluh kepada para petani. Som


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: