Oleh: Ahmad Soim | 13 Juli 2010

FMA Desa Argoyuwono, Malang Memproduksi Susu Kambing Berkualitas

Per ekor kambing bisa menghasilkan 700 ml sampai 2 liter susu per hari, kalau sudah beranak tiga kali. Setiap kambing seperti itu, bisa diperah susunya antara 5-6 bulan. Dengan harga susu Rp 8 ribu/liter.

 

Ketua Unit Pengelola Farmer Managed Extension Activities (UP FMA) Desa Argoyuwono, Ampel Gading, Malang, Jawa Timur, Toyib Usman (44) mengatakan para anggotanya sekarang sudah bisa memproduksi susu kambing  berkualitas. “Sebelum dikenalkan teknologi pemerahan dan penanganan pasca panennya, masyarakat tidak tahu kalau susu kambing bisa diperah. sekarang mereka sudah  mau memerah susu kambingnya,” tambah Toyib Usman.

Produksi susu kambing  mereka rata rata 1 liter per hari, atau tepatnya antara 700 ml sampai 2 liter/ hari. Produksi susu sebesar itu bisa diperoleh setelah kambing sudah beranak tiga kali (2 tahun).  Di desa ini ada 3 kelompok tani dengan   anggota kelompok 30 orang, jumlah kambing  yang mereka pelihara 1280 ekor. Rata- rata pemilikan kambing per orang mencapai 40 ekor.

Pirsan salah seorang peternak di desa ini mengatakan saat ini ada dua kambingnya yang bisa diperah. Dari dua ekor kambing itu Pirsan per hari bisa mendapatkan 1,5 liter susu.

Berkembangnya ternak kambing di desa ini menurut Toyib karena dipicu peristiwa krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997. Pada saat itu, petani di sini hidup dari kebun kopi, namun karena krisis ekonomi, kopi tidak laku. “Waktu itu kambing adalah untuk tambahan pendapatan kami,” tambah Toyib. “Sejak itulah kami berusaha menjadikan kambing sebagai pendapatan utama kami”.

Para peternak di sini belajar teknik pemerahan susu dari  Balai Pelatihan Ternak di Batu, Malang, Jawa Timur. “Dulu kami sudah pernah memerah susu,  tetapi terkendala pasarnya,  sehingga nggak jalan. Setelah ada FEATI kita mulai lagi. Yang dipelajari teknik penanganan susu, pada tahun 2009,” tambah Toyib Usman.

Pembelajaran teknik penanganan susu kambing itu menghabiskan dana Rp 26 juta, termasuk untuk membeli 3 freezer yakni untuk disimpan di 3 kelompok yang ada.  “Dengan freezer itu, kami susu yang dihasilkan kualitasnya bisa dijamin,” tambah Toyib.

Untuk pengembangan pasarnya mereka menjual susu segar ke Gapoktan Murni Sejahtera. Gapoktan ini memproses susu segar dari para peternak untuk dijadikan susu olahan: kefir. Selanjutnya Gapoktan ini  kerjasama dengan PT Alam Boga Internusa di Bali untuk pemasaran produknya. “Saat ini kami ada kesepakatan untuk memasok 10 karton kefir/minggu. Selama dua bulan berjalan, kami sudah kirim sekitar 24 karton, hari ini masih ada 10 karton,” tutur Toyib.

 Untuk menghasilkan 10 karton, Toyib  perlu 60 liter susu kambing. Toyib membeli susu kambing dari peternak dengan harga Rp 8000/liter. Selanjutnya susu itu diolah dengan menggunakan  stater dengan harga stater Rp100 ribu/ liter. Untuk setiap 4 liter susu kambing diperlukan satu liter stater . Hitung-hitungannya untuk memproduksi kefir itu diperlukan biaya Rp 17,5/ botol. Per botol kefir ia jual dengan harga Rp 25 ribu.

Toyib berkeinginan agar gapoktan yang ia kelola untuk pemasaran dan produksi kefir ini bisa dikelola bersama dengan para anggota FMA desa ini. “Harapan kami para anggota bisa bersama-sama mengelola unit produksi kefir dan pemasarannya, sehingga keuntungannya bisa kita nikmati bersama,” katanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: