Oleh: Ahmad Soim | 24 Juli 2010

Bakrie dan Pendidikan Pertanian?

Liburan sekolah antara Juni-Juli tahun 2010. Banyak keluarga memanfaatkan waktu liburan itu untuk mudik ke tempat kelahiran sekaligus silaturahmi kepada keluarga.  Banyak juga yang memanfaatkan liburan tahun ini untuk wisata bersama keluarga di obyek-obyek wisata.

Sepanjang perjalanan mereka berliburan itu, terutama ketika melintasi  jalan tol bebas hambatan, banyak obyek pertanian yang mereka saksikan. Ada persawahan padi, jagung, ubi kayu,  beragam sayuran, kebun buah-buahan, tanaman  perkebunan,  peternakan sapi dan ayam. 

Kaum pelajar dan anak-anak itu hanya bisa bertanya-tanya kepada orang tuanya tentang obyek pertanian yang disaksikan sekelebat itu. Bersyukur apabila orang tuanya bisa menjelaskannya dengan baik. Tapi tidak banyak anak-anak  dan pelajar yang memiliki orang tua yang bisa menjelaskan dengan baik. Alangkah sayangnya momen seperti ini, semestinya bisa untuk memberikan pendidikan tentang pentingnya pertanian bagi negara dan masyarakat.

Salah satu pemandangan pertanian yang  indah adalah yang terlihat di kanan-kiri jalan tol Kanci (Cirebon)  – Pajagan (Brebes). Tol baru di ruas ini yang rencananya akan memanjang hingga Jawa Timur ini dibangun oleh Bakrie.

Belum ada satupun tempat peristirahatan di sepanjang rus jalan tol yang dibangun Bakrie itu sebagaimana yang sudah umum ada di jalan-jalan tol yang sudah lebih dulu ada. Tempat-tempat peristirahatan di kanan kiri jalan tol, umumnya hanya sekedar  yang diperlukan untuk musafir (orang yang berpergian), di antaranya pom bensin, tempat makan, tempat sholat dan jualan oleh-oleh.

Namun dengan perkembangan jaman dimana semakin tinggi kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan ketersediaan pangan, maka Bakrie perlu mempelopori untuk membuat tempat peristirahatan di kanan-kiri jalan tolnya dengan konsep peristirahatan plus. Plusnya adalah wisata pendidikan agro.

Di tempat peristirahatan bagi musafir itu di samping ada semua yang diperlukan bagi orang yang berpergian, mereka juga bisa wisata untuk melihat-lihat beragam tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, perkebunan dan ternak. Di lahan pertanian itu, anak-anak dan kaum pelajar bisa memperoleh pendidikan tentang arti penting pertanian bagi ketersediaan pangan, kelestarian lingkungan dan keuntungan menjadi petani.

Mudah-mudahan dengan adanya tempat peristirahatan plus wisata pendidikan agro itu maka akan lahir generasi-generasi muda masa depan yang peduli pada produksi pangan, kelestarian lingkungan dan mau menjadi petani. Hal ini amatlah penting, sebab negeri tanpa petani berarti menggantungkan pangannya pada negara lain yang itu tidak mungkin bisa dibiarkan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: