Oleh: Ahmad Soim | 24 Juli 2010

Kementan Kembangkan 1,2 Juta Ha Kawasan Sawah Padi Organik

Kementerian Pertanian mentargetkan bisa mengembangkan 1,2 juta ha  kawasan-kawasan pertanian sawah padi organik.

 Direktur Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air (Ditjen PLA) Kementerian Pertanian Hilman Manan mengatakan kawasan sawah padi organik itu akan dikembangkan dalam satu hamparan daerah irigasi (DI) dengan teknologi system of rice intensification (SRI).

Teknologi budidaya padi organik pola SRI dipilih karena bisa menghemat air irigasi, pemakaian pupuk kimia, penggunaan bibit dan ramah lingkungan.

“Kalau target pengembangan kawasan sawah padi organik SRI tersebut bisa dicapai maka akan menghemat 10 persen dana subsidi pupuk yakni Rp 1,7 triliun,” tambahnya saat panen raya perdana padi organik SRI di Purbalingga Jawa Tengah.

Selain itu teknologi SRI bisa menghemat penggunaan air irigasi 40 persen, penggunaan bibit 80 persen dengan hasil produksi padi sama atau lebih tinggi dengan teknologi yang menerapkan 100 persen pupuk an organik (kimia).

Untuk setiap luasan hamparan daerah irigasi (DI) tambah Hilman Manan bervariasi. Ada satu DI yang luas hamparannya 40 ha, ada yang kurang dari 300 ha, namun ada juga yang sampai 204 ribu ha seperti daerah irigasi Jatiluhur.

Kementan telah mengembangkan pola budidaya SRI secara kawasan luas sejak tahun 2008, yakni di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat seluas 860 ha dalam satu daerah irigasi Ciramajaya.

Pada tahun 2009, lanjut Hilman Manan, SRI dikembangkan skala kawasan yang luas di dua kabupaten yakni di Kabupaten Jombang Jawa Timur seluas 625 ha dan Kabupaten Garut Jawa Barat seluas 650 ha.

Pada tahun 2010 ini, Kementan mengembangkan kawasan SRI melalui beberapa sumber pendanaan. Melalui dana APBN, SRI dikembangkan di Kabupaten Ngawi Jawa Timur seluas 600 ha dan Kabuapaten Purbalingga Jawa Tengah seluas 200 ha.

Melalui dana bantuan Bank Pembangunan Asia (ADB) Kementan mengembangkan SRI seluas 3000 ha di 3 kabupaten di Jawa Barat, yakni Kabupaten Bandung 650 ha, Kabupaten Subang seluas 1350 ha dan Karawang 1000 ha.

“Di samping itu, pada tahun 2010 ini, juga kami kembangkan SRI seluas 1000 ha dengan dana hibah dari Jepang melalui kegiatan Second Kennedy Round (SKR),” tambah Hilman Manan.

Pengembangan SRI ini sudah dimulai sejak tahun 2005, sampai saat ini telah tersebar luas di 86 kabupaten/kota pada 24 propinsi. “Sebagian produk padi organik tersebut telah diekspor ke Singapura dan Amerika Serikat.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: