Oleh: Ahmad Soim | 27 Juli 2010

Di Balik Isu Lingkungan Dunia Tetap Memerlukan Kebun Sawit

Pengembangan perkebunan sawit hanya dilakukan Indonesia pada hutan produksi yang dapat dikonversi (HKP) dan tidak menggunakan lahan yang mempunyai nilai konservasi.

“Kami akan memproteksi hutan untuk kepentingan diversity, flora dan fauna,” ujar Menteri Pertanian Suswono pada acara International on Palm Oil and Envirobment (ICOPE) di Bali.

Mentan menambahkan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan, dalam pengembangan industri kelapa sawit Indonesia sudah dibuat regulasi dalam ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). “Peraturan ini menjadi salah satu batasan bagi industri memproduksi minyak sawit yang berkelanjutan dan upaya mengurangi dampak kerusakan lingkungan,” tambah Mentan.

Dirjen Perkebunan Achmad Manggabarani menambahkan ada jenis ISPo yang disiapkan Indonesia, yakni ISPO untuk perkebunan rakyat dan ISPO untuk perkebunan besar. Pembedaan ini dilakukan karena kedua jenis perkebunan ini berbeda sehingga persyaratan untuk mendapatkan sertifikat ISPOnya pun perlu berbeda. Upaya ini dilakukan Indonesia agar usaha budidaya sawit ini bisa berkelanjutan.

Mentan berpendapat hanya dengan mengelola secara berkelanjutan perkebunan sawit, negara-negara berkembang dapat memperoleh manfaat optimal dari komoditas ini  dan kebutuhan dunia tetap terpenuhi.

Para pengusaha perkebunan sawit sangat berharap banyak hasil pertemuan ICOPE ini. “Kami sangat berharap ICOPE tahun ini dapat memberikan terobosan penting pengelolaan industri sawit berkelanjutan, khususnya di sektor lingkungan,” ujar Presiden Direktur PT SMART Tbk, Daud Dharsono.

Namun demikian, Daud mengakui, upaya meningkatkan produksi minyak sawit berbarengan dengan ancaman serta dampak perubahan iklim. Karena itu menjadikan seluruh pemangku kepentingan industri sawit berusaha mengedepankan pola operasi yang ramah lingkungan.

“Sebenarnya ini adalah praktik sudah lama diinisiasi dan terus disempurnakan. Karena hanya dengan beroperasi sesuai praktik agribisnis terbaik, industri sawit akan mampu membangun keberlanjutan,” tuturnya.

Menurut Daud, cara jalan terbaik menetapkan mekanisme keberlanjutan tadi adalah dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam industri sawit dengan acuan, kriteria dan mekanisme yang ilmiah dan disepakati bersama. Karena itu Daud berharap hasil pertemuan ini mendapatkan solusi terbaik bagi industri perkebunan sawit.

Dari mulai penanggulangan dampak perubahan iklim, pelestarian keanekaragaman hayati, pengkajian serta pengukuran dampak lingkungan dari keberadaan perkebunan.  Selain itu penanganan aspek lingkungan oleh perkebunan skala kecil, serta intensifikasi ekologis perkebunan sawit.

Saat ini seluruh pemangku kepentingan dalam industri sawit sangat membutuhkan pemahaman, mekanisme serta solusi yang disepakati bersama dan teruji secara ilmiah.

Di satu sisi minyak sawit harus memenuhi kebutuhan dunia. Tapi di sisi lain masih harus berhadapan dengan belum tuntasnya kajian mendalam terhadap mekanisme dan metodologi pengukuran jejak karbon pada produksi minyak sawit dan produk turunannya. Begitu juga kajian mengenai pelestarian lingkungan,  keanekaragaman hayati berikut dampak sosial yang menyertainya.

Karena itu Daud berharap, pertemuan ICOPE memberikan terobosan mengingat cukup banyak pihak yang masih mempersepsikan praktik industri perkebunan dalam penanganan perubahan iklim belum memadai. Selain itu, terdapatnya sejumlah ketentuan di sejumlah negara tujuan ekspor yang terkesan diskriminatif, penghentian kontrak pembelian oleh industri barang jadi.  “Bahkan masih adanya perbedan persepsi pada lingkup pemangku kepentingan yang sama-sama tergabung dalam RSPO,” ujarnya.  

ICOPE yang digelar Sinar Mas Agribusiness Resources and Technology Research Institute (SMARTRI) Indonesia, Center for International Development (CIRAD) serta World Wildlife Fund (WWF) melibatkan tidak kurang 400 partisipasi dari 14 negara. ***


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: