Oleh: Ahmad Soim | 2 Agustus 2010

Merancang Masa Depan Petani dan P4S

Sosok petani dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) masa depan seperti apakah yang diharapkan Indonesia?

Menurut pakar penyuluhan Salmon Padmanegara petani masa depan haruslah memiliki ciri-ciri: a. manajer usaha yang mandiri dan rasional dalam mengambil keputusan usaha berdasarkan permintaan pasar serta potensi dan kemampuan yang dimiliki; b. mampu mengelola usaha secara efisien, mampu bekerjasama baik dengan sesama petani maupun dengan pengusaha agroindustri dan sektor ekonomi perdesaan lainnya; c. memiliki kepemimpinan yang bertumpu pada kemandirian dan keswadayaan ke arah berkembangnya sistem pengguna aktif berbagai kesempatan dan informasi usaha yang tersedia.

Dengan profil harapan petani masa depan seperti itu, maka kedepan P4S diharapkan memiliki ciri-ciri: a. menjadi basis komoditas unggulan yang didukung dengan keahlian dan usaha khusus di bidangnya masing-masing (pembuatan pupuk organik, alsintan, produksi/budidaya, penanganan pasca panen, pengolahan hasil pertanian dan pemasaran); b. memiliki posisi tawar di pasar dalam negeri maupun luar negeri dengan dukungan kualitas produksi yang homogen dan jaringan pasar produk-produk pertanian yang terstruktur; c. memiliki asosiasi yang khusus dibentuk untuk menghadapi pasar dalam rangka meningkatkan pendapatan petani binaannya, misalnya Perseroan Terbatas (PT) yang sahamnya dimiliki oleh anggota dan merupakan bisnis berbasis P4S; d. memiliki manager yang profesional dan berpengalaman untuk melakukan ekspor impor; e. memiliki mitra usaha baik BUMN maupun Swasta, dalam dan luar negeri, di bidang prosesing dan pemasaran.

Untuk menjamin keberlngsungan pembinaan P4S tersebut pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03/Permentan/PP.410/1/2010 tanggal 20 Januari 2010. Permentan ini dapat dijadikan sebagai momentum pengukuhan dan kepastian hukum tentang keberadaan kelembagaan pelatihan swadaya, khususnya P4S. Sebagai tindak lanjut Permentan, perlu disusun petunjuk pelaksanaan untuk menyamakan gerak dan langkah operasional pelaksanaannya di lapangan; Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan P4S yang akan disusun perlu mengakomodasi keterlibatan peran kelembagaan penyuluhan pertanian dan dinas lingkup pertanian, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai kecamatan dalam pembinaan P4S.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: