Oleh: Ahmad Soim | 9 Agustus 2010

Menjadikan Hutan Tropis Penghasil Pangan

Prof. Dr. Ir. Suhardi MSc Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan anggota Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Pusat menggagas cara untuk menjadikan hutan tropis sebagai penghasil pangan. Bagaimana caranya?

Menurutnya pangan tidak seharusnya hanya dihasilkan di sawah atau ladang, namun juga bisa dihasilkan dari hutan tropis, kebun maupun pekarangan. ”Bahkan dengan melestarikan hutan dan mengelola kebun serta pekarangan dengan benar dapat juga menghasilkan pangan yang sangat banyak seperti garut, ganyong, ketela pohon, ketela rambat, umbi, huwi, sukun dengan kandungan vitamin dan kalorie yang baik,” tambah Prof Suhardi pada Lokakarya Ketahanan Pangan yang Efisien dan Berkelanjutan Arah Masa Depan untuk Indonesia di Bogor.

Pada seminar ini Menteri Pertanian Suswono berharap karena ke depan bumi akan dihadapkan pada perubahan iklim global maka sangat diperlukan perakitan teknologi untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim global tersebut. ”Selain itu, Indonesia memiliki plasma nutfah yang sangat kaya akan tanaman-tanaman sumber karbohidrat. Ubi kayu, talas, dan umbi-umbian lainnya yang selama ini dipandang sebagai “secondary crop” (palawija) dapat dijadikan sebagai sumber utama,” tambah Mentan dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Badan Ketahanan Pangan Achmad Suryana.

Indonesia menurut Prof. Suhardi adalah negara nomer 3 megadiversity dunia karena itu adalah wajar sekali kalau Indonesia mempunyai sumber kekayaan untuk kehidupan yang sangat besar untuk ketahanan pangan, air, energi dll. Impor berbagai jenis pangan dari luar negeri seperti beras, gandum, buah-buahan bahkan sayur-sayuran menurut Suhardi menunjukkan kurang efisiennya pengelolaan sumber daya alam dan biodiversitas dari Indonesia. ”Ini sangat merugikan bagi pengetahuan pendapatan negara dan ilmu pengetahuan dari bangsa dan khususnya generasi muda,” tambahnya.

 Pada sisi lain, kenyataannya penurunan penggunaan biodiversity ini juga dibarengi dengan semakin besarnya kerusakan hutan dan alam Indonesia. Bila pada awal tahun 1995 disebutkan bahwa kerusakan hutan pertahun adalah 600 ribu ha pertahun tetapi, sekarang ini kerusakan bertambah pesat sampai sebesar 1,8 juta pertahun bahkan LSM menyebutkan sampai 3,5 juta pertahun.

 Sesungguhnya pangan lanjut Prof. Suhardi tidak hanya dihasilkan di sawah atau ladang namun hutan tropis, kebun maupun pekarangan juga menghasilkan pangan yang berlimpah bahkan dengan melestarikan hutan dan mengelola kebun serta pekarangan dengan benar dapat juga menghasilkan pangan yang sangat banyak seperti garut, ganyong, ketela pohon , ketela rambat, umbi , huwi, sukun dengan kandungan vitamin dan kalorie yang baik.

Pengetahuan dan pemeliharaan tentang pangan lokal atau biodiversity pangan sesungguhnya sama dengan memelihara hutan dan sekaligus meningkatkan ketersediaan berbagai pangan memunculkan air, meningkatkan produksi kayu, mengurangi kelaparan dan bencana bencana yang lain. Dengan cara itu maka produksi pangan dapat dihasilkan pada berbagai musim dan kondisi alam, tidak seperti kalau hanya untuk padi yang hanya apabila cukup air dan di tempat terbuka.

 Biodiversity pangan Indonesia menurutnya terdapat di musim kemarau dan juga di berbagai lapisan tajuk di bawah tanah dan permukaan tanah serta dalam tajuk setengah teduh karena itu sekaligus melestarikan hutan dan sumber daya alamnya. Dengan kondisi tersebut lanjutnya maka biodiversitas pangan Indonesia akan menjadi tulang punggung atau lumbung pangan dunia tetapi kejadian sebaliknya semakin maraknya kerusakan hutan dan konversi hutan tropis menjadi lahan kosong atau monokultur atau areal pertambangan apabila tidak dimanage atau dicegah dengan baik hanya akan menghasilkan devisa sesaat, akan menghasilkan kekurangan air energi dan akan menghasilkan kemiskinan dan menghancurkan masa depan bangsa dan dunia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: