Oleh: Ahmad Soim | 24 Agustus 2010

Belajar Beragribisnis di Lembaga Keagamaan

Tidak sedikit lembaga keagamaan seperti pondok pesantren, paroki, seminari, vihara, pasraman dan subak yang mengelola usaha agribisnis pertanian. Kementerian Pertanian menamai lembaga keagamaan yang disamping melakukan fungsi ajakan beragama juga beragribisnis dengan nama  Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat  (LM3) Agribisnis.

Petani NTB belajar membuat pakan hijauan dengan asupan teknologi bermesin bantuan Kementerian Pertanian

Petani NTB belajar membuat pakan hijauan dengan asupan teknologi bermesin bantuan Kementerian Pertanian

LM3 Agribisnis jumlahnya cukup banyak, mereka punya potensi besar menggerakkan ekonomi pedesaan sekaligus mengajari dan mengajak masyarakata sekitar untuk beragribisnis. Kementerian Pertanian kata Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Dr. Ato Suprapto pun membina LM3 Agribisnis tersebut sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat tani, dengan harapan dapat ikut mengentaskan masyarakat dari  kemiskinan dan Pengangguran di pedesaan.   

Program LM3 dimulai sejak tahun 2006.  Pada tahun 2006 disalurkan  bantuan untuk penguatan modal usaha agribisnis  sebesar Rp. 85 Milyar kepada 430 LM3.  Tahun 2007 disalurkan bantuan untuk penguatan modal usaha agribisnis sebesar Rp. 189 Milyar kepada 1.142 LM3.  Kemudian pada tahun  2008 telah disalurkan bantuan penguatan modal  agribisnis  sebesar Rp. 218 Milyar kepada 1.493 LM3 dan  Pada tahun 2009 telah disalurkan dana bantuan penguatan modal agribisnis  sebesar Rp. 200 Milyar kepada 1.289 LM3.

Kementrian  Pertanian pada tahun 2010 merencanakan perluasan program LM3 kepada 1.200 LM3 yang tersebar di 33 Provinsi dengan anggaran kurang lebih 200 Milyar.  

Berdasarkan hasil evaluasi dan kunjungan kerja ke berbagai daerah  menunjukan indikasi yang positif  dimana  (1)  LM3 sebagai lembaga pendidikan keagamaan apabila diberikan kesempatan untuk mengembangkan usaha agribisnis di pedesaan  (2) pada umunya masyarakat merespon baik program LM3 yang dilaksanakan pemerintah (3) Pengelola berharap agar program dapat  ditingkatkan cakupannya, pendanaan dan keberlanjutan pembinaannya, (4)  Pengembangan usaha agribisnis melalui LM3 telah memberikan dampak positif terhadap para petani sekitarnya, para santri dan masyarakat. dan (5) LM3 yang sudah maju agribisnisnya telah menjadi model dalam pengembangan usaha agribisnis di pedesaan.

LM3 Agribisnis Model telah tumbuh dan berkembang di antara ribuan LM3 Agribisnis yang dibina Kementerian Pertanian. LM3 Agribisnis Model tersebut di antaranya telah berkembang menjadi pusat pelatihan pertanian pedesaan swadaya (P4S). Saat ini sudah ada sekitar 700 P4S yang tumbuh dan berkembang dari petani-petani maju. Dengan tumbuhnya LM3 Agribisnis Model yang berkembangnya menjadi P4S maka akan menambah tenaga swadaya penggerak agribisnis di pedesaan dari kalangan lembaga keagamaan. Dengan cara ini diharapkan pengelolaan agribinsis yang lebih maju akan cepat diadopsi masyarakat tani sekaligus bisa lebih cepat meningkatkan kesejahteraan petani melalui jalan pemberdayaan masyarakat di pedesaan ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: