Oleh: Ahmad Soim | 1 September 2010

Prediksi Harga Daging Lebaran 2010

 Harga daging sapi di produsen feedloter (perusahaan penggemukan sapi) dan rumah potong hewan (RPH)  diperkirakan  berkisar Rp 60-65 ribu/kg. Namun setelah sampai di pedagang, harga daging itu tidak lagi bisa diperkirakan. Lain produsen, lain di pedagangnya.
Peternakan sapi di NTB

peternakan sapi di NTB

Kesanggupan para perusahaan penggemukan sapi itu setelah Menteri Pertanian Suswono mengatakan pemerintah akan memberikan tambahan ijin impor sapi asal tidak berpotensi menurunkan harga daging di tingkat peternak. Hal itu dikatakan Mentan usai rapat dengan stakeholder (pelaku) terkait produksi dan distribusi daging sapi.

Semula pemerintah lanjut Mentan menetapkan mengurangi jumlah impor sapi bakalan dari sekitar 600 ribu ekor menjadi sekitar 420 ribu ekor. “Penetapan volume impor sapi bakalan itu  bukan pengurangan melainkan penyesuaian dengan kebutuhan, dan kebutuhan masyarakat untuk daging memang hanya sekitar 420 ribu ekor,” tambah Mentan.

Dengan penyesuaian jumlah sapi yang diimpor itu kata Mentan maka harga daging sapi di petani dalam kondisi yang memungkinkan peternak mendapatkan keuntungan yang memadai, “ tambahnya. Bila harga daging sapi lokal turun, lanjut Suswono, bagaimana kita akan mencapai swasembada daging sapi.

Mentan mengharapkan dengan ada keseimbangan pasok dan permintaan daging sapi, maka harga daging relatif stabil berkisar pada Rp 60 – 65 ribu/kg. Tingkat harga itu dinilai masih relative terjangkau.

Mahalnya harga daging menurutnya ada beberapa sebab, di antaranya karena faktor psikologis. Yakni naiknya permintaah daging di bulan Ramadhan. Untuk menghindari hal ini terjadi, pemerintah telah mengusahakan agar para petani sapi bisa berkelompok untuk memasarkan produksinya. Sudah banyak peternak yang mau memasok ke RPH maupun Feedloter.

 Koordinator Dewan Asosiasi Feedloter Indonesia (Afindo) Dayan Anthoni mengatakan kini di perusahaan anggota Afindo terdapat  stok sapi 139 ribu ekor, 33 persen siap potong dijual sampai H+2, 33 persen untuk H+ 5 sampai pertengahan oktober, serta  33 persennya lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai pertengahan November.

Stok sapi bakalan hidup itu tersebar di banyak wilayah, antara lain di Sumatera Barat, Lampung, Jabotabek, Banten, tapi 60 persen di antaranya ada di Jabotabek. .

Soal harganya Dayan mengatakan sekarang bervariasi tergantung jenis sapi dan rendemen karkasnya. Kisaran  harga sapi di kandang feedloter masing-masing antara  23-25 ribu/kg.

“Kita sudah sepakat tidak akan ada lagi kenaikan harga sapi di tingkat pasar. Hanya saja, harga daging sapi itu akan berbeda bila sudah sampai di pedagang,” tambah Dayan Anthoni. Namun dia yakin dengan memberikan informasi tentang  gambaran stok sapi yang ada yang tidak akan habis dan menteri sudah ijinkan impor lagi, maka kenaikan harga daging akan bisa dicegah.

Dengan harga sapi bobot hidup Rp 23-25 ribu/kg, Dayan memperkirakan harga daging murni di pasar akan berkisar 60-65 ribu/kg.

Selain dari impor, kini ungkap Dayan, Feedloter sudah mulai mengambil sapi sari peternak lokal. “Kendalanya kita tidak bisa beli sapi dalam jumlah tertentu dan waktu tertentu,” tuturnya.  Bagi feedloter yang dibutuhkan dari pasokan sapi dalam negeri adalah kontinuitas pasokan. ***


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: