Oleh: Ahmad Soim | 8 September 2010

Selamat Lebaran Idul Fitri 2010 untuk Para Petani

Serba baru sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia saat lebaran Idul Fitri, begitupun pada lebaran Idul Fitri 2010 yang diperkirakan jatuh pada hari Jumat, 10 September 2010. Tidak hanya pakaian, sepatu sandal dan kopiah yang baru,  melainkan semangat dan asa (cita-cita) baru pun mereka gantungkan setinggi-tinggi. Para petani misalnya berharap usai lebaran kehidupan mereka bisa lebih makmur dan tentram alias bahagia atau sejahtera. Harapan ini sekaligus pemaknaan hari Idul Fitri atau hari kemenangan bagi para petani.

Harapan petani jagung di Jeneponto, Sulsel

Harapan petani jagung di Jeneponto, Sulsel

 

Sebulan penuh mereka ditempa untuk bisa disiplin, jujur dan ikhlas dalam menjalankan ibadah/amalan/aktivfitas  puasa ramadhan,  bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan dari sang Pencipta: Allah SWT.  Dalam dimensi ibadah, hasil yang akan dicapainya adalah bertambahnya tingkat ketaqwaan kepada Allah (keterikatan terhadap aturan Allah SWT/ halal haram). Allah lalu memberikan balasan yang mulia kepada mereka yang bertaqwa ini. Di dunianya mereka hidup tentram dan makmur, dan di akhiratnya masuk syurga.

Dalam dimensi keduniawian khususnya di bidang agribisnis, kedisiplinan, kejujuran dan keikhlasan itu pulalah yang sudah terbiasa mereka lakukan dalam bertani, disamping dalam melaksanakan ibadah dan beragam muamalahnya. Tanpa ketiga hal itu, mereka tentu tidak akan menuai panen dan pendapatan yang menggembirakan. Mereka tidak bisa bicara dengan tanaman dan ternaknya. Melainkan  yang bisa dilakukannya adalah disiplin, jujur dan ikhlas merawat tanaman dan ternaknya. Dengan demikian itulah tanaman dan ternaknya akan menghasilkan produksi yang lebih baik, sehingga bisa memberikan kemakmuran dan kesejahteraan.

Namun dunia pertanian bagi petani tidaklah sesimpel (sederhana) itu. Ada faktor-faktor yang berada di luar tanaman dan ternak yang justru punya pengaruh besar dalam menentukan pendapatan petani. Di antaranya adalah ketersediaan infrastruktur, sarana produksi pertanian (lahan, air, pupuk, pestisida dan lain-lain), permodalan dan pasar produk pertanian.  Terkadang para petani sudah bisa menguasai teknik budidaya yang baik dan benar (dengan disiplin, jujur dan ikhlas kepada tanaman dan ternaknya), namun tiba-tiba air tidak mencukupi, pupuk tidak tersedia, pestisida mahal.

Sungguh mereka para petani tidak kuasa menaggung beban-beban yang di luar kemampuannya untuk mengendalikan itu. Itu adalah tanggung jawab pemerintah. Dan sudah semestinya, karena para petani telah rela disiplin, jujur dan ikhlas merawat tanaman dan ternaknya, bila kemudian pemerintah memberikan penghargaan kepada mereka. Bukan dalam bentuk hadiah atau piagam, melainkan menyelesaikan masalah dan menghilangkan beban yang tidak bisa meraka tanggung itu. Dengan cara inilah semestinya pemerintah memuliakan para petaninya.

 Pemerintah pun tentu sangat menghargai kedisiplinan, kejujuran dan keikhlasan para petani selama ini.  Sebab, tanpa pengorbanan mereka maka negeri ini akan kesulitan dalam menyediakan pangannya. Bila ini terjadi maka negara tidak pernah stabil. Itu artinya pembangunan pun praktis tidak berjalan. Oleh karena itu, kami mengucapkan selamat lebaran Idul Fitri tahun 2010 kepada para petani. Semoga pengorbanan dan tempaan  di bulan ramadhan yang baru saja lewat memberikan harapan yang lebih baik di masa depan bagi petani dan pemerintah pun lebih sungguh-sunguh, disiplin, jujur dan ikhlas dalam membantu petani meraih kesejahterannya. Amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: