Oleh: Ahmad Soim | 19 Oktober 2010

Perubahan Iklim dan Kiat Pemda Jateng Tetap Surplus Beras

Hingga akhir Desember 2010, Propinsi Jawa Tengah akan surplus beras sebanyak 2,9 juta ton. “Jateng masih bisa meningkatkan produksi padi di  lahan tegalan dan tadah hujan. Selain itu, serangan wereng diminimalisir hanya 0,22 persen dari 1,7 juta ha sawah di Jateng,” kata Gubernur Jateng Bibit Waluyo saat tanam perdana padi gogo di lahan Perhutani bersama Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah Aris Budiono menjelaskan dari luas panen sawah padi di Jawa Tengah seluas 1,773 juta ha yang puso karena serangan wereng 3.968 ha. “Kita tangani serangan wereng ini secara intensif terutama di Klaten dan Boyolali, Jawa Tengah,” tuturnya. Intensifnya adalah kita menggerakkan semua petugas Pengamat  Hama Penyakit (PHP), mulai dari pengamatan di lapangan, sampai kepada tindakan-tindakan pengendalian hama penyakit dan gerakannya bersama masyarakat tani.

“Produsen obat-obatan juga saya gerakkan, melalui pemanfaatan dan pemberdayaan laboratorium-laboratorium lapangan,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah Aris Budiono kepada Sinar Tani. Untuk itu, Dinas Pertanian ini melakukan  konsolidasi kepada seluruh produsen obat-obatan. “Kami buat posko di lapangan di antaranya di Surakarta dan Tegal karena di wilayah ini termasuk parah terserang wereng,” tambahnya.

Kegiatan itu dilakukan Pemda Jateng dengan menggunakan dana dari anggaran pemerintah daerah Jawa Tengah dan dukungan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).  

Tak hanya mengobati, Pemda Jawa Tengah juga melakukan upaya antisipasi, yakni mengajak petani merubah pola tanam. Karena petani beberapa kali terserang wereng, mereka mau mengganti pola tanamnya yang tadinya tanam padi sepanjang tahun diganti dengan tanaman lain. “Mayoritasnya adalah jagung, kemudian ada yang tanam kedelai, dan  ada juga yang tanam melon,” tuturnya.

Untuk perubahan pola tanam itu, Pemda Jawa Tengah membantu benih jagung kepada para petani dan pengolahan tanahnya. “Kita bantu dengan memberikan pinjaman traktor,” tuturnya. Traktor itu antara lain dari Balai Pengujian Mutu Alat dan Mesin Pertanian yang dimiliki Pemda Jateng dan dari perusahaan produsen traktor seperti Kubota. “Saya bilang pada kubota tolong petani di sana dibantu. Mereka mau karena sekaligus promosi dan mereka punya dana untuk itu,” tambahnya lagi. .

Pada musim tanam Musim Hujan (MH) Oktober 2010 – Maret 2011, yang menjadi perhatian utama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah lanjut Aris Budiono adalah perkembangan hama dan penyakit. “Untuk itu  kami libatkan semua PHP untuk lebih meningkatkan pengamatan dan kewaspadaannya,” jelasnya.

Untuk pengembangan baru tanam padi gogo di sela-sela hutan yang dikelola Perhutani di Blora, Jawa Tengah, Dinas juga sudah mengerahkan petugas PHP melakukan penyuluhan kepada para petani untuk mensiasati hama dan penyakit dikaitkan dengan perkembangan iklim.  Para petani diajak menyemprot tanah tersebut dengan bakteri yang dikembangkan dengan pola Sekolah Lapang Pengendalian Hama Penyakit Tanaman (SL PHT).

Tanaman padi gogo tersebut diperkirakan bisa panen pada akhir Januari. “Benihnya dari APBD kita kembangkan 3 ribu ha di Jawa Tengah, semuanya lahan yang dikelola PT Perhutani,” tambahnya. Selain itu, Pemda Jateng juga berharap dapat bantuan benih gogo dari Cadangan Benih Nasional (CBN) untuk pengembangan baru sehingga luasnya bisa mencapai 5.300 ha. Som


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: