Oleh: Ahmad Soim | 20 November 2010

Evakuasi Ternak, Kebanyakan Luka Bakar

alur proses evakuasi ternak merapi

Evakuasi ternak dilakukan oleh Tim Penanganan Ternak Merapi, selain dilakukan secara mandiri oleh peternak dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) peduli ternak.

Tim Identifikasi Penanganan Ternak Merapi yang diketuai Prof. Ida Tjahajati menemukan masih banyak ternak sapi perah dan sapi potong yang tertinggal di kandang-kandang milik warga Merapi. Sapi-sapi itu tidak bisa lari, karena diikat oleh pemiliknya di kandang tersebut. Sebagain mati terpanggang panasnya hawa karena letusan lahar gunung Merapi dan sebagian besar yang masih hidup mengalami luka bakar. “Sekitar 50-60 persen ternak yang di lokasi rawan bencana terkena luka bakar dan mungkin tidak produktif  lagi,” tutur Ida Trhahajati yang juga Guru Besar di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Dengan kondisi ternak dan medan gunung Merapi yang berat, Ida mengatakan diperlukan tim evakuasi yang kuat dan didukung sarana prasarana yang memadai, termasuk kandang penampungan ternak di pengungsian.

Pada akhir Minggu ke II November, belum banyak ternak yang bisa dievakuasi. Total ternak yang ada di sekitar wilayah bahaya Merapi tercatat  sebanyak 61.884 ekor ternak, terdiri dari sapi perah 45.856 ekor, sapi potong 16.028 ekor. Sapi itu tersebar di empat kabupaten, yakni Sleman, Magelang, Klaten dan Boyolali.  Dari total populasi sapi tersebut, baru 6.787 ekor yang terevakuasi.

Hambatan dalam evakuasi ternak menurut Ida Tjahajati adalah banyak ternak yang berada di lokasi rawan bencana, masih harus kucing-kucingan dengan petugas yang meminta mengutamakan keselamatan jiwa peternak, keterbatasan dana operasional, transportasi, pakan, air dan kandang. “Selain itu, ternak Merapi sangat mobil, bisa dipindah, bisa juga dijual,” tambahnya.

Sebagai solusi pendanaan Menteri Pertanian Suswono telah menyerahkan bantuan dana secara simbolik kepada Tim Penanganan Ternak Merapi sebanyak Rp 400 juta. “Dana ini bisa dimanfaatkan untuk evakuasi, transportasi, pengadaan air atau lainnya,” tutur Mentan.

Untuk solusinya Tim Penanganan Ternak Merapi berupaya membantu memperlancar jalannya evakuasi mandiri yg dilakukan oleh peternak; Bekerjasama dengan : peternak, masyarakat peduli ternak, LSM, Polisi untuk evakuasi ternak; Pendataan sementara terus berjalan meskipun waktu itu belum ada dana opersional; Ternak di penampungan sementara, operasional swadaya; Pengobatan ternak oleh POSKO MEDIK VETERINER (RSH Prof.SOEPARWI FKH-UGM).

Bantuan pakan untuk ternak Merapi sudah banyak datang, di antaranya kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Prabowo R Caturroso datang dari Asosiasi Produsen Daging dan Fedloter Indonesia (APFINDO), Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) dan Balai Ternak milik pemerintah yang ada di sekitar lokasi gunung Merapi. Som


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: