Sjamsoe’oed Sadjad: Koleksi Kerang, Melukis dan Menulis

Beragam kerang-kerangan dari berbagai tempat ia kumpulkan. Ada yang masih dalam bentuk aslinya. Ada juga yang sudah dibuat hiasan jadi seperti boneka. Kerang-kerangan itu tampak bersih dan mengkilap, tersusun rapi dan tidak berdebu di atas lemari tidak tinggi di ruang tamu.

Sjamsoe'oed Sadjad dan Koleksi Kerang-kerangannya

Sjamsoe'oed Sadjad dan Koleksi Kerang-kerangannya

 

Sjamsoe'oed Sadjad dan rumah tinggalnya yang asri bersama pewawancara (Ahmad Soim)

Sjamsoe'oed Sadjad dan rumah tinggalnya yang asri bersama pewawancara (Ahmad Soim)

“Sebagian kerang-kerangan ini adalah hadiah dari temen-temen,” kata Sjamsoe’oed Sadjad ahli teknologi benih dari Institut Pertanian Bogor (IPB) kepada Sinar Tani.

Di antara susunan kerang-kerangan itu terlihat satu kerang yang ia bawa dari Mississippi. Kerang ini sangat istimewa karena warnanya seperti emas dalam  plat plastic atau kaca berbentuk cobek (seperti piring).

Sadjad tinggal sendiri di rumahnya yang berada di kompleks perumahan dosen IPB Kampus Dalam, Dramaga, Bogor. Rumahnya sangat asri. Di halaman rumahnya yang tidak berpagar, terdapat pohon beringin yang cukup besar. Bagian dinding rumahnya banyak terbuat dari kaca. Untuk membuka pintu utama rumahnya, bukan didorong melainkan digeser ke samping. Seketika berbunyi suara lonceng kalungan sapi. Sungguh asri mendengar suara lonceng itu. Di belakang rumahnya terdapat taman yang luas.

Profesor kelahiran Madiun, Jawa Timur 24 Juni 1931 juga hobi melukis.  Satu di antara lukisannya adalah potret keluarga, ada istri dan 4 orang anak perempuannya. Untuk mengenang istrinya, Sadjad membuatkan sebuah novel dalam bahasa Inggris berjudul “Mama is A Angel”. “Saya semula menuliskannya dalam bahasa Indonesia, namun ternyata lebih lancar saya tulis dengan bahasa Ingris,” ceritanya kepada Sinar Tani. Novel itu diterbitkan oleh sebuah percetakan buku kosohor di luar negeri (Athena Press, 2004). Sayang buku novel itu menurut penerbitnya tidak begitu laku.

Pria yang tamat  SMA Budi Utomo Jakarta, langsung kuliah  di Universitas Indonesia dan lulus dengan gelar Insinyur pada Fakultas Pertanian ini pernah studi di Mississippi State University dan lulus dengan gelar Master dalam Teknologi Benih. Studi akademik tertinggi didapat dengan gelar Doktor dalam Ilmu Pertanian dari Institut Pertanian Bogor berdasar penelitian Teknologi Benih dan disertasinya pada tahun 1972.

Status sebagai pegawai negeri dimulai pada tahun 1957 dengan kedudukan Asisten Dosen pada Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia, selanjutnya menjadi Institut Pertanian Bogor, sampai pensiun sebagai Guru Besar pada tahun 1996. Kemudian, oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan diangkat sebagai Guru Besar Emeritus pada Fakultas Pertanian,

Institut Pertanian Bogor (1996-sekarang). Sejak 1997 hingga 2005, ia menjabat sebagai Guru Besar Tetap pada Fakultas Pertanian, Universitas Slamet Riyadi, Solo.

Jabatan struktural yang pernah ia emban adalah Kepala Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Ketua Departemen Agronomi, dan Dekan Fakultas Pertanian, semua pada Institut Pertanian Bogor.

Dia cukup produktif dalam menulis dan mempublikasikan makalah ilmiah dan artikel populer, baik di bidang Ilmu dan Teknologi Benih maupun dalam aspek sosial-ekonomi dan agropolitik pertanian. Sampai saat ini ia telah menulis sekitar 20 buku.Ia pernah menjadi anggauta Dewan Redaksi Majalah Indonesian Journal of Crop Science dari Departemen Pertanian R.I, dan majalah Berita Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari LIPI. Dia juga pernah menjabat Ketua Redaksi Majalah Keluarga Benih dari Forum Ahli dan Peminat Benih.

Penghargaan yang diterimanya antara lain dari Dekan College of Agriculture & Home Economic—Mississippi State University, atas penulisan dan penerbitan buku Dari Benih Kepada Benih; Karya Widya Utama dari Dekan Fakultas Pertanian IPB atas jasa dan pengabdiannya dalam pengembangan Ilmu dan Teknologi Benih; Anugerah Sewaka Winayaroha dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi RI untuk sumbangan meningkatkan mutu Perguruan Tinggi; penghargaan dari Harian KOMPAS sebagai Cendikiawan Berdedikasi; dan penghargaan dari Asosiasi Perbenihan Indonesia (ASBENINDO) sebagai ”Bapak Benih”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: